CATATAN PERJALANAN 4 PROVINSI INDONESIA NON STOP PART 3 (DENPASAR-MAKASSAR)
Assalamualaikum, Ketemu lagi yah...
Nah dalam coretan kali ini gw mau lanjutin perjalanan gw menjelajah indonesia, bersama pak Ustadz Harry tentunya. haha..
Seperti di cerita gw sebelumnya, perjalanan gw di denpasar udah berakhir dan saatnya gw menuju ke kota selanjutnya. Yakni Makassar, yah kota ini udah ke 3 kalinya gw singgah disini dan alhamdulillah gak bosenin...
Dari denpasar ke makassar naik GA0620, Waktu tempuh sekitar 2 jam. Alhamdulillah lancar dan nyampe diMakassar agak sore sekitar pukul 19.00, sampe disana cuaca sedikit mendung, akhirnya kita mutusin pesen Grab waktu itu.
Sekitar 10 menit dari pemesanan dan akhirnya dapet lah driver, akhirnya kita menuju destinasi pertama sambil cari hotel di kota Makassar. Tujuan pertama yakni benteng Rotterdam, dari bandara ga terlalu jauh sekitar 30 menitan.
Berikut sejarah singkat dari Benteng kebanggaan warga makassar,
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.
Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.
Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar.
Credit to : Wikipedia Indonesia.
Kita sempet keliling sekitar benteng, menurut gw walaupun benteng ini sudah lama dan tidak terlalu bagus tapi masih terawat kok. Bangga punya warisan seperti ini di Indonesia, saksi sejarah masa lampau.
Setelah dapet hotel, akhirnya kita jalan ke hotel. Karena lokasi hotel yang sangat strategis berada di pusat kota, tepatnya didepan pantai Losari, jadi kita ga susah kalo mau jalan-jalan. Dan terutama harga yang terjangkau.
![]() |
| Suasana Pantai Losari |
![]() |
| Memandang Indahnya kota Makassar |
![]() |
| Btw ini sambil nunggu konfrimasi booking hotel. |
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.
Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).Btw gw ama harry kena tipu pas beli pisang disini, haha mahal banget cuy pisang doang ama wedang jahe.
![]() |
| TAI.. |
![]() |
| Hahaha.. |
![]() |
| Mendung banget dan abis itu hujan cuy. |
Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
NB: di Makassar khususnya deket Pantai losari banyak banget hotel jadi ga susah ko cari hotel mah, tapi kalo soal makanan kalian harus pinter nawar dan milih. mending beli makanan khasnya kaya coto gitu lebih mantep..
Selamat menjelajah Makassar, tunggu part 4 nya yoii...






Comments