JAKARTA MUSEUM MARATHON 2019

🙆Assalamualaikum, 🙇

Halo semua, apakabar kalian? Semoga selalu sehat dan bahagia yah..
Oh ya lagi musimnya give away kan, haha.. Cerita soal giveaway ada banyak pengalaman seru soal giveaway. Salah satunya yang gw dapetin dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Pada mau denger cerita singkatnya ngga?

Nah awal dari dapet giveaway ini pada suatu hari temen gw si Putri ngasih info via DM kalo ada Jakarta Museum Marathon, pas liat itu langsung dong gw sign up terus daftar lomba. Kebetulan banget lagi free dan kayanya worth gitu karena pada dasarnya gw suka lari dan hal hal berbau museum gitu. 

Setelah sign up kita diharuskan untuk posting foto dan bikin caption kenapa kita harus terpilih jadi peserta, karena pada waktu itu gw salah daftar harusnya daftar duo ama si Putri, tapi malah daftar jelajah museum, dimana ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. 

Singkat cerita gw udah post dan minta beberapa temen gw buat bantu like dan komen di postingan gw, dan akhirnya tinggal menunggu hasil aja tuh. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya pengumuman pun tiba dan diumumin lah via telepon.💓💓🙆

Hari Pertama (Jum'at, 2 Agustus 2019)

Hari pertama dimulai dengan pengambilan racepack peserta jelajah museum, dimana gw kumpul di hotel daerah glodok. Bertepatan dengan press conference dengan awak media dari berbagai jenis stasiun tv dan media masa. Gw dapet group 15 dengan anak UPH Medan bernama Fendy Grata, ia anak semester akhir yang sedang magang di Cikampek, disebuah perusahaan real estate. Sedangkan temen sekamar gw namanya Unggul, dia anak Mojokerto yang tinggal di Ciledug dan bekerja di kawasan Jakarta Pusat. Selesai acara kita makan dan menunggu untuk menuju ke hotel Fave LTC Glodok untuk menginap disana. 



Pada malam harinya di Fave Hotel kita hanya bersantai dan mempersiapkan segala sesuatunya buat besok hari penting kita. Tepat pukul  7 malam gw mau makan dan si Unggul lagi kerja , gw ngerasa ada gerakan dari gedung tempat gw nginep, awalnya gw sempet bingung ini perasaan gw atau apa. Gw juga nyoba buat liat ke gedung sebellah dan ternyata makin kenceng gempanya, otomatis gw langsung keluar kamar dan kondisi diluar pun udah rame pada lari keluar kamar menuju kebawah. 



Karena kondisi gw ada di lantai 11 akhirnya kita lewat pintu darurat dan jalan kaki menuju kebawah tanpa lift, karena makin bahaya kalo di lift terus mati listriknya. Sesampai dibawah kita pun langsung keluar didepan gedung, dan memang benar seluruh Jakarta dan kawasan Tangerang merasakan adanya gempa tersebut. Gw ga berani masuk ke hotel sampe jam 1 pagi haha takut ada gempa susulan euyy.. 😖

Kita malam itu membuat rencana buat besok apa yg akan kita lakukan, kita buat caption dll buat psotingan di IG, bahkan gw udah siapin jauh hari sebelum masuk karantina. Hahahaha!!

Hari Kedua (Sabtu, 3 Agustus 2019)

Hari yang ditunggu2 pun tiba, akhirnya kita selepas sarapan pagi jalan menuju ke Museum Layang-layang dengan bus Transjakarta. Perjalanan cukup jauh dan memakan waktu, sampai akhirnya kita harus turun di pinggir jalan untuk masuk ke kawasan museum nya. 

SEJARAH SINGKAT MUSEUM

Museum Layang-Layang adalah sebuah museum yang terletak di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.Museum ini merupakan museum layang-layang pertama di Indonesia. Jumlah koleksi layang-layang di museum ini berjumlah 600, tetapi jumlah tersebut terus bertambah seiring datangnya koleksi-koleksi baru dari para pelayang daerah dan luar negeri maupun layang-layang yang dibuat sendiri oleh karyawan museum.Museum Layang-Layang buka setiap hari mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Hari libur nasional Museum Layang-layang tutup.

Sejarah

Layang-layang merupakan bagian dari permainan masa kecil yang tidak hanya berfungsi sebagai permainan belaka, tetapi bisa dilibatkan dalam sebuah ritual tertentu. Berbagai bangsa di dunia dapat dipastikan mengenal permainan layang-layang. Fenomena inilah yang mendorong para pecinta layang-layang untuk mendirikan museum layang-layang. Di dalam museum tersebut, para pecinta layang-layang akan mengumpulkan berbagai jenis layang-layang dari mancanegara dan menjaga koleksi tersebut agar bisa dinikmati keindahannya dan dipelajari teknologinya.
Museum Layang-Layang Indonesia didirikan oleh seorang pakar kecantikan yang menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985 dengan membentuk Merindo Kites & Gallery yang bergerak di bidang layang-layang yang bernama Endang W. Puspoyo. Kecintaannya pada layang-layang membuat ia tergerak untuk mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia. Kiprahnya dalam mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia membuat museum ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pemecahan rekor pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan layang-layang berbentuk diamond terbesar pada 2011 serta penghargaan kepariwisataan Indonesia pada 2004, yang diberikan oleh I Gede Ardika selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu.

Koleksi

Layang-layang yang dikoleksi museum ini tak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi museum ini juga mengoleksi layang-layang dari berbagai negara, contohnya Tiongkok, Jepang, Belanda, Vietnam dan beberapa negara lainnya.Mulai dari layang-layang miniatur yang berukuran 2 sentimeter, hingga yang berukuran besar. Bahkan museum ini memiliki beberapa layang-layang berukuran raksasa terbesar di tanah air seperti “Megaray” berukuran 9 x 26 meter.
Di museum ini juga ada layang-layang dari Kalimantan Selatan. Jika terbang, layangan ini harus sepasang dan kedua layang-layang ini pun digantungi alat-alat musik mirip suling, sehingga ketika sepasang layangan ini diterbangkan akan mengeluarkan suara-suara musik. Ada juga layangan pengantin, yang diterbangkan ketika upacara adat pernikahan, sehingga penduduk sekitar bisa mengetahui bahwa ada acara pernikahan di desa tetangga ketika melihat pasangan layang-layang itu terbang di udara.
Sampai di Museum kita registrasi dan menonton sebuah tayangan tentang layang-layang dari seluruh Indonesia bahkan dunia. Kita juga menyempatkan untuk keliling ke koleksi layang-layang yang ada disana. Banyak sekali layang2 yang menjadi koleksi dari yang kecil hingga yang sangat besar.😻😺

Selesai berkeliling dan mendengarkan penjelasan dari pemandu museum, kita pun memulai dengan pembukaan oleh bapak kepala dinas pariwisata DKI Jakarta, dan dilanjutkan dengan pembagian clue pertama.

Clue 1 :
Kita ditugaskan untuk membuat layang2 dan menerbangkannya, sangat cepat hanya dengan waktu 30 menit harus selesai semuanya, dengan demikian kita harus cepat dan bagus hasilnya, lalu kemudian di posting di Instagram untuk mendapatkan stamp disetiap pos yang ada.
😁😂



Udah lama banget ga main layang-layang apalagi bikin layang2 haha, sedikit kaku dan bikin grogi dengan waktu yang hanya 30 menit, tapi hasilnya lumayan alhamdulillah. Misi pertama pun selesai, dan kita mendapatkan stamp dari penjaga pos 1 kemudian lanjut menuju ke pos 2 untuk menemukan influencer kita, 





Stay tune guys!

Comments

Popular posts from this blog

PENGALAMAN SIDANG KERJA PRAKTEK (KP)

Cara membuat landscape pada halaman tertentu saja di MsWord

PENGALAMAN TAHAPAN SELEKSI TES PASKIBRA KABUPATEN KEDIRI (PART 1)