CARA ATUR KEUANGAN ALA MILENIAL
Nah pasti banyak kandiantara kita yang mengeluh kalau tidak bisa menabung dan investasi setiap bulannya,
padahal bila ditanya uangnya habis ke mana saja, tatapan matanya mendadak
menjadi nanar dan mukanya menjadi bingung. Kenapa?
Karena mayoritas orang tidak pernah mengetahui
dan tidak pernah mencatat pengeluarannya, karena dianggap pengeluaran tersebut
nomial kecil. Akan tetapi pengeluaran dengan nominal kecil yang dilakukan
sering secara rutin justru bisa memberatkan keuangan bulanan kita.
Apa saja sih pengeluaran kecil tersebut yang sering dilakukan? Di artikel sebelumnya sudah dijabarkan beberapa pengeluaran yang sering kita lakukan setiap bulannya yang kalau dikumpulkan akan mengganggu keuangan bulanan, antara lain:
- Kebanyakan Jajan
- Kebanyakan Jalan Ke Mall di Akhir Pekan
- Kebanyakan Makan Enak
Naaah, kebanyakan apa lagi sih yang bisa bikin keuangan kita berantakan? Yuk kita bahas kelanjutannya.
- Kebanyakan Belanja Online
Ini juga berbahaya. Sesuatu yang berlebihan atau
kebanyakan memang tidak baik, demikan juga dengan belanja online. Dalam banyak
hal belanja secara online sungguh membantu menghemat waktu dan tenaga.
Saya pribadi menikmati belanja secara online,
meskipun untuk beberapa item yang butuh cepat tidak bisa mengandalkan belanja
melalui online karena ada proses pengiriman yang membutuhkan waktu.
Akan tetapi secara rata-rata apabila diatur
dengan benar, belanja online cukup nyaman. Permasalahannya bila hal ini
dilakukan secara berlebihan yang akan membuat keuangan kita berantakan.
Dalam beberapa kasus yang kami jumpai belanja
online malah menyebabkan beberapa orang ketagihan. Ketagihannya sendiri bisa
dalam beberapa tingkatan.
Misalnya ketagihan berseluncur di situs atau di
aplikasi untuk melihat-lihat sambil memainkan jempol kita. Itu satu hal.
Ketagihan yang lain adalah rasa deg-degan ketika
menerima paket, membukanya (istilah kerennya unboxing) dan mencoba barang yang
dibeli apakah sesuai dengan espektasi atau tidak atau malah melebihi espektasi.
Saya sendiri pernah diminta untuk memberikan
materi pelatihan kepada karyawan yang tinggal di tengah hutan (kamp perkebunan
sawit). Ini terjadi karena karyawan yang tadinya bisa menabung uang mereka
untuk dibelanjakan apabila ke kota besar atau kembali ke daerah asal, saat itu
malah tidak bisa menabung lagi karena keuangan mereka habis dipakai untuk
belanja online. Ini yang berbahaya bagi keuangan kita.
- Kebanyakan Mondar-mandir ke Mana-mana
Mondar-mandir itu tidak hanya transportasi pergi
kerja ke kantor atau sekolah dan pulang ke rumah tapi juga pergi meeting dan
nongkrong. Meskipun ongkos transportasi publik relatif dianggap murah dengan
ongkos antara Rp 5.000 - 15.000 per sekali jalan.
Akan tetapi ketika anda harus naik beberapa
angkutan umum (nyambung) dan harus melakukan beberapa pemberhentian, maka biaya
transportasi harian tersebut menjadi relatif mahal bisa lebih dari Rp, 50.000
per hari.
Itu kalau naik kendaraan umum, kalau naik
kendaraan pribadi lebih mahal lagi. Biaya bensin untuk mondar-mandir kendaraan
biasanya di kisaran Rp 30.000 - 50.000 per hari untuk mobil dengan CC di bawah
2.000.
Belum lagi menghitung biaya parkir dan biaya
tolnya, maka anda dengan mudah bisa menghabiskan Rp 100.000 per hari. Itu
sebabnya banyak orang memilih menggunakan motor, yang juga tidak luput dari
kena biaya parkir yang semakin mahal.
Kebanyakan Nongkrong Sama Teman
Manusia adalah mahluk sosial sehingga mempunyai
kebutuhan untuk berkumpul dan bersosialisasi satu dengan yang lain, dalam
Bahasa awam dikenal dengan istilah nongkrong, meskipun nongkrong sendiri setau
saya artinya jongkok (seperti orang jongkok di WC jaman dulu).
Nah, biaya sosialisasi ini terkadang bisa
membesar bahkan meledak. Mengapa? Karena ketika kita berkumpul dengan teman dan
terbawa suasana maka kita akan cenderung memesan makanan dan minuman berkali-kali.
Belum lagi beberapa orang dari kita punya
kebiasaan mentraktir teman. Kalau nongkrong ini dilakukan secara berlebihan
(beberapa melakukannya hampir setiap hari) maka biayanya akan bengkak dan
mahal. Apalagi kalau kebiasan ini dilakukan di restoran yang ada di mal-mal
mewah, bisa bocor deh tuh kantong.
Itu sebabnya kami selalu menganjurkan untuk
mencatat pengeluaran secara harian, bukan karena pelit tapi supaya kita semua
tersadar bahwa pengeluaran yang mungkin kita anggap kecil kalau disatukan
menjadi besar. Mencatat jaman dahulu bisa digunakan pada buku atau lembaran
kertas.
Tapi banyak orang yang saat ini menggunakan
aplikasi notepad pada telpon genggamnya. Kalau sudah begitu, kenapa tidak
dilakukan pencatatan pada aplikasi yang memang bisa membantu mencatat secara
langsung tersebut? Bahkan bisa membantu membuat ringkasan belanja kita secara
mingguan.
Sudah banyak aplikasi tersebut di pasaran tapi yang relatif mudah dan komplit
adalah aplikasi gratis yang bisa diunduh. Selain itu anda juga bisa belajar
dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda
dapatkan dari aplikasi tersebut di atas.
Nah, jadi kita sudah mempelajari masalah dan penyebabnya kan, jadi sudah tidak
ada lagi alasan untuk tidak mengetahui ke mana pengeluaran kita perginya setiap
bulan. Sehingga tidak ada alasan lagi kenapa kita tidak bisa menabung dan
berinvestasi.

Comments